Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Aku Dan Kamu Telah Dipertemukan, Perihal Cinta, Episode 2

Novel Perihal Cinta Terbaru Bikin Baper

 

Cerlians - Ketika keterasingan dalam sebuah ruangan ingin menjadi ketertarikan, namun tampak ada batas antara ingin saling mengenal atau malah sulit disatukan. Pada satu titik dimana waktu telah memutuskan untuk mempertemukan, hanya saja belum tahu jelas apa yang akan terlaksanakan.

“Untuk saat ini saya maafkan.” Tegas ibu Intan melanjutkan menulis kembali.

“Boleh kenalan enggak?” tegur Krisna duduk di bangku sebelah Seyla persis, hanya terbatas jalan deretan bangku.

“Enggak.” Dengan tegas menunjukkan wajah tidak suka, bagaimana bisa cowok yang tadi ditemui depan gerbang sekolah sekarang malah satu kelas.

“Pelit banget, cuma kenalan doang masa enggak boleh. Gue enggak sangka kita bisa satu kelas, nanti istirahat makan berdua sama gue di kantin!” masih berusaha terus, walaupun Seyla tak acuh padanya, bukan Krisna jika menyerah begitu saja.

“Enggak.”

“Kenapa, padahal gue sudah ganteng gini, masih saja malu-malu kucing” tertawa kecil melihat tidak ada respon sama sekali.

“Enggak lucu.” Ucap Seyla datar, sedikit rasa risi oleh gombalan murahan itu.

“Krisna. Kamu tidak tahu sekarang waktunya pelajaran, malah asyik ngobrol sendiri!” tegur ibu Intan mengurungkan melempar spidol seperti biasanya.

“Lagi pdkt, siapa tahu bisa jadian, doakan ya, Bu!” jawab Krisna seenaknya, jelas ucapan itu memancing siswa di dalam kelas memandang dengan cepat.

“Jangan berulah lagi. Kamu ini kalau masalah cewek nomor satu, nilai kamu itu perbaiki bukan malah berantakan. Mau saya jemur lagi di lapangan?” timbul rasa geram atas apa yang selalu dilakukan siswa satu ini, tapi kehadiran Krisna selalu membuat kelas semakin ceria.

“Jangan Bu. Kalau saya pingsan, terus siapa yang bakal di dekat dia setiap saat, kalau bukan saya.” Jawab Krisna semakin menjadi-jadi, Krisna menaikkan alis sebelas kiri, hingga membuat Seyla merasa jijik.

“Hadirnya dia sebagai penyemangat saya,supaya terus masuk sekolah. Walau sering telat juga, tapi saya minta dimaklumi karena si itik suka rewel dadakan” motor butut kesayangan yang sudah sering kali mogok tanpa berkompromi.

“Sudah enggak usah dilanjutkan lagi, pusing dengan omongan gitu. Ibu, sudah bilang sama orang tua kamu supaya membelikan kendaraan baru, kenapa enggak dipakai?”

“Saya itu orangnya setia, enggak akan menduakan si itik!” Jelas Krisna masih saja membela motor kebanggaan.

“Itu terserah kamu, awas kalau sampai terlambat dan mengganggu siswa perempuan. Bakal berurusan dengan saya!” ancam ibu Intan duduk di bangku guru pengajar.

“Iya, kalau ingat.”

Mentari melayang mengikuti arahan waktu tanda siang telah datang. Di mana cahaya akan terasa lebih terik dari sebelumnya, juga ruangan sedikit terasa gerah tersebab AC di belakang telah rusak lebih dari seminggu. Hanya bisa mengandalkan kipas angin bertenaga listrik sama sekali kurang membantu, mau bagaimana lagi!

***

Kamar Mandi Sekolah

Tik-tik-tik jarum jam berdetik menandakan semua akan terlewati, bersama rasa lelah usai mengerjakan soal yang teramat menyebalkan. Apalagi guru pengajar juga sudah keluar setelah memarahi Krisna agar mengerjakan tugas sebelum jam istirahat berbunyi.

Baru saja diucapkan, terdengar ketukan dering tanda istirahat. Dari balik langit-langit ruang kelas, sound putih dekat lampu. Tepat berada di atas tengah sendiri.

Laras beranjak dari tempat duduk menghampiri Seyla yang sedang merapikan buku ke dalam tas, “Seyla, ayo ikutan gue. Keburu itu bocah ajak Lo makan berdua, mending pergi sekarang!”

“Dia sudah gue booking makan di kantin, mau Lo bawa ke mana?” sahut Krisna tahu dirinya sedang disebut dalam obrolan, dipegang tangan Seyla yang telah beranjak dari tempat duduk.

“Itu urusan gue, mau marah?” bentak Laras yang tidak bisa akur setiap kali berbicara dengan Krisna, mereka berdua ini kadang berantem kadang akur, enggak jelas pokoknya.

“Iyalah. Enggak terima dia Lo bawa seenaknya itu anak orang bukan anak hewan, seenaknya bawa pergi. Sana enggak usah ganggu, pakai acara ngerusak makan berdua gue!” tidak mau kalah mendapatkan Seyla, genggaman Krisna semakin erat.

“Kalian ini kenapa ribut” Seyla melepaskan tangannya yang sedari tadi digenggam oleh Krisna.

“Kita enggak jadi makan berdua di kantin?” teriak Krisna melihat Seyla dan Laras berjalan keluar, tanpa peduli keberadaannya sedari tadi berusaha mengajak makan.

“Engggak.” Teriak Seyla menghilang dari pandangan.

Krisna menatap kepergian Seyla dari bayangan jelas sorot mata, seraya tertarik dengan cewek yang sudah hadir dan membuatnya ingin mengenal lebih jauh lagi, bahkan bayangan mulai memudar dalam keramaian sekolah.

Lalu lalang, canda tawa, obrolan, dan keramaian memenuhi sekolah tepat jam istirahat. Sebagian malah sibuk berpacaran, entah apa saja yang mereka bicarakan, serasa dunia milik berdua.

Terlihat senyuman hangat dari setiap siswa yang sengaja berpapasan, sudah pasti terbalas juga senyuman hangat itu. Meski belum begitu mengenal mereka. Berbeda dengan Laras yang sudah akrab, saling bertegur sapa menjadi hal biasa.

Dedaunan hijau mulai gugur pasrah sejak warna menguning berbintik coklat, meninggalkan pucuk daun baru pengambil alih tempat, yang pernah disinggahi dalam sekejap, hingga kini terpisahkan dari dahan. Saling melepas kepergian tanpa ada anggapan, malah tersapu begitu saja. Masih sejuk, meski kota tidak seperti zaman terdahulu, lahan luas telah terambil dari pemilik sebelumnya.

“Ini dia tempat favorit cewek di sekolah ini!”

Memperlihatkan ruangan berukuran sedang, tercium bau jeruk pada pojok dinding putih, juga terpajang kaca berukuran besar. Menjadikan ruangan terasa luas, tidak lupa tergambar mural pada dinding dekat pintu, berderet kamar mandi WC masih tertutup rapat.

“Oh, ternyata kamar mandi, gue pikir apaan.”

Mengamati ruangan berukuran sedang, tampak putih bersih cukup menyenangkan jika berlama-lama di sini. Melempar senyum tipis ketika Seyla melihat ada siswa lain juga memasuki kamar mandi, lain dengan Laras yang telah mengamati wajah dari pantulan kaca.

Satu persatu siswa cewek berdatangan entah hanya buang air atau sekedar nongkrong sambil gosip ria, tahu sendiri kan. Tidak heran tempat paling dirindukan pasti kamar mandi.

Laras kembali menebalkan lipstik di bibir, mulai membenarkan tatanan rambut hingga menyemprotkan parfum hingga membuat Seyla batuk.

***

Waktu terasa begitu cepat dengan suara bel masuk berbunyi padahal belum puas istirahat. Datanglah guru matematika memasuki kelas, “Kamu murid baru? Namanya siapa?”

“Seyla.”

“Ternyata namanya Seyla!” ucap Krisna memandang dengan senyuman sambil mengangguk, “Kalau nama panjang?

“Buat apa?”

“Buat diingat, siapa tahu nanti gue butuh, sekalian nomor WhatsApp!” pinta Krisna menyodorkan ponsel, “Boleh?”

Seyla sama sekali tidak memedulikan Krisna, memilih untuk segera menulis soal meski belum tahu bagaimana cara mengerjakan. Lain dengan Krisna yang terus memanggil agar segera diberi nomor ponsel.

***

Seyla, Mengenai Perihal Cinta!

Hari pertama sekolah cukup menyenangkan, sedikit rasa lelah harus jalan kaki sebab uang telah habis digunakan untuk jajan di kantin. Hingga membuat Seyla rela berjalan kaki dari sekolah sampai rumah, dengan langkah lelah menaiki tangga.

Terlihat Mama Vina tengah menyiapkan makanan, sedangkan Papa belum terlihat sejak tadi pagi. Aroma bekas memasak masih meninggalkan bau harum, walau aktivitas masak-memasak telah terselesaikan sedari tadi.

“Halo, Ma!” tegur Seyla ketika hendak berjalan menaiki tangga, sejenak langkah berhenti mengamati sekeliling tengah sunyi.

“Tumben mukanya bete, ada masalah?”

“Nanti aku cerita, gerah mau mandi dulu!” jelas Seyla melanjutkan jalan lalu menutup pintu kamar, diletakkan sepatu berwarna putih di rak belakang begitu juga tas berdekatan meja belajar.

Penulis : lianasari993

❤️Baca Selanjutnya ❤️

lianasari993
lianasari993 lianasari993 merupakan nama pena, kerap kali di panggil Lian. Lahir dan Besar di Jawa Timur. Membaca bagian dari hobi yang tidak bisa ditinggal hingga memutuskan untuk menulis sampai sekarang.

Post a Comment for "Aku Dan Kamu Telah Dipertemukan, Perihal Cinta, Episode 2"