Kisah Kasih Remaja Terbaru dan Bikin Baper
Cerlians - Sebenarnya tak ada niat dalam diri ini untuk membohongi semua orang, namun belum saatnya orang tahu tentang hubungan kami. Hubungan dalam ikatan pacaran telah berjalan satu bulan, ada ragu untukku memberitahu pada yang lain terutama sahabatku Zahra.
Kami terikat dalam perjanjian untuk tidak memiliki pacar sebelum lulus sekolah, hal ini yang membuatku menyembunyikan hubunganku dengan Frans, begitu mendengar penjelasan dariku Frans tak keberatan.
Aku selalu mencari alasan setiap ingin keluar dengan Frans, berbohong menjadi jembatan utama untuk hal bodoh ini, aku menyadari akan kesalahanku. Tapi hati ini tak bisa berbohong akan sebuah rasa cinta yang mulai tumbuh dengan rasa kenyamanan darinya. Maafkan aku Zahra!
Ingin aku menjelaskan semuanya pada sahabat terbaik dalam hidupku, namun aku takut persahabatan ini akan bubar karena salah yang aku perbuat hingga memecahkan kepercayaan dari dirinya. Suatu saat nanti akan aku beritahu Zahra!
“Hai, Delsa. Tumben berangkat pagi?” Zahra menegurku yang masih sibuk dalam pikiran melelahkan ini
“Bosan tahu berangkat terlambat terus, lho tadi naik angkot?” mencoba mengelak pertanyaannya, padahal aku sengaja berangkat pagi agar anak-anak tak tahu. Kalau aku berangkat berdua dengan Frans
“Oh iya, mama bawakan oleh-oleh buat lho pasti suka!” menyerahkan paper bag
“Wah, aku suka banget. Makasih ya, bilang ke Tante!”
“Nanti malam nonton yuk!, Ada film baru seru banget”
“Sorry, nanti gue mau antar mama ke rumah temannya. Maaf ya, lain kali kita nonton kalo sekarang enggak bisa!” aku berbohong lagi
“Kenapa sih, beberapa akhir-akhir ini lho aneh setiap gue ajak keluar pasti ada saja alasannya?”
“Aneh begini sih. Sebenarnya gue mau nonton tapi mama gue memaksa banget”
“Ya sudah, lain kali sajalah”
“Makasih, lho selalu mengerti gue!” aku memeluk hangat sahabat terbaikku
“Sekarang ada ulangan! Sudah belajar?” tanyanya baru teringat
“Udah dong. Semalam gue sampek ketiduran gara-gara belajar, untung saja ada mama yang bangunkan. Langsung makan gue!” Tertawa ringan
“Iya, habis makan lanjut tidur” jawab Zahra tahu dengan kebiasaanku. Kami tertawa
Satu persatu siswa siswi memasuki kelas yang tadi hanya ada lima siswa sekarang sudah masuk semua. Jam sudah
menunjukkan pukul 07.00 WIB. Semua sibuk dengan sendirinya, hingga seorang guru datang masuk kelas menjadi hening dalam sekejap.
“Selamat pagi semuanya”
“Selamat pagi Bu. Retno”
“Sekarang kita akan langsung ulangan matematika, sudah siap?”
“Sudah”, “Belum”
“Yang belum siap berarti tidak belajar semalam?”
“Iya Bu, lagian pelajarannya sulit sih” ucap anak paling bandel di kelas
“Makanya sering belajar, jangan buat onar terus anak ibu yang paling ganteng sendiri” ucap Bu Retno membuat semua siswa di kelas tertawa
“Memang gue ganteng sirik lho pada?”
“Sudah...sudah. Jangan ada yang menyontek kalau ketahuan harus keluar kelas dan tidak mendapatkan nilai!”
Ulangan berjalan dengan tenang, meski masih terdengar suara samar-samar mencari jawaban dari teman yang lain. Aku dan Zahra tak memedulikan semua itu, kami memang terkenal pandai matematika dan sering mengikuti perlombaan.
Suara kicauan burung terdengar dari balik jendela, bernyanyi dalam kebersamaan berteduh sejuk di bawah pohon rindang sekitar kelas. Sekolah berkonsep simpel dengan tanaman dan pepohonan sebagai dekorasi utamanya.
Bel istirahat berbunyi. Semua kertas jawaban dikumpulkan, Bu Retno pamit meninggalkan kelas. Keluh kesah terdengar dari setiap siswa yang tak suka pelajaran matematika.
“Gue ke toilet dulu ya!” Zahra sedikit berlari keluar kelas
“Iya” teriak Delsa melihat sahabat kebelet sejak tadi
Suara buku berukuran kecil terjatuh dari meja Zahra tersenggol tangannya tadi, kuambil buku yang tak sengaja terbuka di bawah lantai. Aku membaca sampul depan itu, tertulis nama Frans dengan lambang hati terlihat indah. Aku terdiam, masih menatap buku milik Zahra. Apa Zahra suka sama Frans?
Dengan cepat kuletakkan kembali buku ini di meja semula, ada tanda tanya dalam benakku tentang isi dalam buku diary yang tak sengaja kubaca. Sejak kapan Zahra suka sama Frans?. Kenapa hatiku begitu sakit setelah membacanya, apa aku cemburu?
Air mata mulai membasahi pipiku, langsung kuhapus air mata dengan tanganku, agar Zahra tak mengetahui kenapa aku menangis. Suara langkah kaki Zahra terdengar jelas menghampiri kelas. Langkahnya sudah ada di depanku.
“Delsa lho kenapa?” tanyanya melihatku masih berkaca-kaca
“Tadi gue buka jendela enggak sengaja debu masuk ke mata jadi nangis!” aku berbohong lagi, sudah berapa kali aku berbohong padanya. Berbohong sudah menjadi candu untuk menutupi semuanya
“Sini gue tiup!”
Zahra begitu baik padaku, bahkan hal sepele pun pasti dia utamakan. Apa yang harus aku lakukan untuk membalas kebaikannya, memang dia tak ingin semua aku balas tapi ada baiknya aku harus membalasnya. Aku juga tak tahu dengan apa?. Bulan depan ulang tahunnya aku berinisiatif untuk membuat pesta kecil dengan orang terdekat, semoga dia suka!
Perpisahan tanpa duga
Harusnya malam ini aku sudah ada di bioskop dengan Zahra, namun malam ini aku di kafe dengan Frans, ada rasa tak enak dalam hati harus membohongi untuk ke sekian kalinya. Namun, belum saatnya aku mengungkapkan semua yang telah aku lakukan.
“Sayang! Dari tadi kamu kok diam saja sih, apa ada masalah?” tanya Frans khawatir
“Apa?” terbangun dari lamunan
“Kenapa sih kamu bengong sejak tadi?. Kalau ada masalah cerita sama aku!”
“Enggak kok, aku makan dulu ya!”
Frans masih menatapku dengan penuh curiga, tak biasanya diriku seperti ini. Namun, sejak kubaca diary itu terus terngiang-ngiang dalam benakku. Terus mengambil alih lamunan hati penuh bersalah. Aku menghembuskan napas pelan, mencoba fokus dengan apa yang akan kulakukan saat ini. Meski sebagian dalam diriku fokus pada yang lain.
Aku mencoba memberanikan diri bertanya, “Frans!”
“Iya”
“Kamu suka enggak sama Zahra?” tanyaku ragu
“Maksud kamu apa sih?, Aku sukanya sama kamu, sayang. Kamu jangan berpikir yang enggak-enggak.”
“Jika Zahra suka sama kamu bagaimana?”
“Aku tetap memilih kamu. Kamu ada masalah sama Zahra?”
“Aku mau hubungan kita sampai di sini saja, maaf aku enggak bisa lagi bersama kamu!”
“Ini ada apa?, Aku mohon jangan ngomong begitu!” terlihat wajah sedih hinggap pada Frans, aku tahu dia terluka mendengar ucapanku
Aku mengatur nafas, mencoba menahan air mata agar tak jatuh di depannya. Berkali-kali aku memalingkan mataku pada yang lain, mengatur semua luka dalam dada, tak ada keinginan untuk melepaskannya.
Namun keadaan ini yang mengharuskannya, aku mencintai Frans begitu juga sebaliknya. Cowok yang membuatku mengenal cinta, membuatku nyaman saat ada di dekatnya.
“Aku akan pergi dari hidupmu, ada seseorang yang lebih mencintaimu dari aku. Aku harap kamu bisa mencintainya, membuatnya nyaman saat ada di dekat kamu.” Kupegang tangan Frans
“Aku tahu ini memang berat untuk kita berdua, tapi ini harus aku lakukan untuk kebahagiaan yang lain, lebih baik aku terluka lebih awal daripada aku jauh lebih terluka. Memang butuh waktu menerima semua ini dan aku harap kamu paham apa yang aku ucapkan. Maafkan aku Frans!” Air mata sudah dulu menetes membasahi setiap relung hati yang tengah sibuk akan luka karena cinta
“Zahra suka sama kamu” air mata tak bisa berhenti, “ Aku juga mau pamit, orang tuaku harus pindah tugas ke Medan, mungkin aku enggak akan kembali lagi. Makasih untuk waktu dan perhatian yang kamu kasih, aku pamit ya!” Senyuman manis terakhir kuberikan pada Frans, meski hati begitu berat jauh darinya
Frans hanya terdiam, ada rasa sakit dalam dirinya saat harus melepaskan kepergianku dalam hidupnya. Aku bisa merasakan apa yang dirasakannya, terlihat mata mulai berkaca-kaca melihat kepergianku, saat aku membalikkan tubuhku menatapnya sebelum perpisahan ini.
Memang berat saat harus melepaskan seseorang yang begitu berharga dalam hidup kita, namun semua tak bisa lagi dilakukan, selain menerima dengan ikhlas. Ikhlas harus jauh dari orang yang kita suka dan orang yang membuat hari-hari lebih berwarna. Aku harap ini yang terbaik untuk hubungan antara kita.
Titimangsa : Malang 28 Maret 2021
😍Sebuah puisi sederhana teruntuk Frans😱
Mencoba Ikhlas
Sebuah kata cinta telah bersemayam
Mengisi relung hati yang dulu sepi
Kini rasa saling digenggam
Saat pertama kali aku mendengar kata cinta
Namun semua tak berjalan lama
Sejak aku tahu ada wanita mencintaimu
Wanita yang begitu berharga dalam hidupku
Juga mempunyai rasa yang sama
Kenapa aku tak menyadari sebelumnya
Hingga aku pun terdiam
Setelah tahu dengan cara berbeda
Meski hati ini mencoba menahan lara
Harus mencoba dan terus mencoba
Melepaskan dengan ikhlas meski terluka
Ku harap kau bahagia bersamanya
Hati hancur melihat semuanya
Kebahagiaan di atas penderitaan
Ku memilih untuk meninggalkan
Walaupun hati sulit merelakan
Sosok sempurna yang dulu pernah ada
Judul : Mencoba Ikhlas, love story for goodness
Titimangsa: Jawa Timur, 28 Maret 2021
🤩Nantikan cerpen selanjutnya 🤩
Post a Comment for "Cerita Remaja! Asal Berakhir Bahagia Aku Ikhlas Mencintaimu Apa Adanya"