Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Hubungan Perjodohan, Merayu Semesta . Episode 11, Novel Romantis

Novel Merayu Semesta Terbaru 



“Apa ini saja yang akan dibicarakan? Kalau sudah selesai saya harus kembali ke kantor lagi, ada pekerjaan yang belum selesai?” sebelum memutuskan beranjak.

“Masih ada, mengenai hubungan antara kamu dan Kevin. Ada baiknya dibicarakan sekarang, karena dengan begitu akan baik juga untuk ke depannya, apalagi perusahaan bakal dikelola Kevin. Sedangkan om, masih harus menyelesaikan pekerjaan di Amerika. Mungkin ini waktu yang tepat untuk membahas perjodohan kalian berdua.”

Ternyata inilah rasa tidak enak sedari tadi, Sara telah menduga sebelumnya akan terjadi obrolan perjodohan. Hal melelahkan untuk dibahas selain perdebatan antara Sara dengan Papa, sudah pasti akan disetujui oleh Papa. Terutama Mama yang hanya menurut saja, padahal belum tahu apakah itu yang benar-benar diinginkan putrinya.

“Sebelum menentukan ke depannya, ada baiknya kalian sering jalan berdua untuk saling mengenal satu sama lain. Hingga memastikan kapan tanggal yang tepat untuk tunangan kalian, lagi pula Kevin juga harus mengurus perusahaan juga, jadi enggak akan terburu-buru”

“Tapi kalau pertunangan bisa lebih cepat kenapa enggak, Sara juga sudah siap berkeluarga, begitu juga Kevin, bukan?” sahut Papa Tyo menghentikan Sara yang ingin berbicara.

“Iya, om” jawab Kevin paling bersemangat jika membicarakan ini, “Bagaimana kalau sekarang saya mengajak Sara jalan-jalan!”

“Wah, itu bagus. Ya sudah kalian jalan saja, biar om dan papa kamu yang membicarakan tentang kerja sama perusahaan!” sahut Papa lagi.

“Tapi, Pa!” belum juga memprotes sudah memperlihatkan wajah memaksa untuk menuruti saja apa ucapan Kevin barusan.

Kali ini Sara hanya mengikuti perintah Papa Tyo, tidak mungkin jika harus berdebat di tengah keramaian. Walau dengan paksa berjalan menuju area parkir berada pada teras depan restoran, segera tangan bergegas membuka pintu mobil lebih dulu, tidak membiarkan Kevin membuka untuknya.

***

Sara keluar dari restoran bersama Kevin yang jalan lebih duluan, namun sedikit melambat untuk menyamai langkah Sara. Beberapa orang mulai datang mengendarai kendaraan roda dua, di mana letak parkir mobil dan sepeda motor bersebelahan.

Dalam perjalanan Sara dan Kevin enggan untuk memulai pembicaraan, memilih saling diam, tanpa ada sepatah kata pun keluar dari mulut. Membosankan!

“Antar aku ke toko bunga dulu, ada yang harus diurus. Dari sini lurus saja di pertigaan belok kiri!” ucap Sara melihat sekilas, walaupun laki-laki yang di sampingnya bisa dibilang ganteng

“Iya. Kamu sudah lama membuka usaha toko bunga?” tanya Kevin mencoba mencairkan suasana agar tidak sunyi.

“Sudah 4 tahun”

“Kenapa kamu pilih membuka usaha toko bunga, setahuku kamu pandai mengelola perusahaan?”

“Karena aku suka, soal perusahaan itu hanya perintah dari Papa”

“Boleh tahu nama panjang kamu?”

“Sara Nastasya Savina.”

“Nama yang bagus. Aku Kevin Jonathan Robert, usia 33 tahun dan aku suka banget berbisnis!”

Lagi pula itu tidak penting bagi Sara, buat apa tahu tentang dirinya. Nanti kalau sudah waktunya akan menggagalkan rencana perjodohan ini, tinggal menunggu situasi yang tepat saja. Mungkin dalam hal lain akan mengalah, tapi soal perasaan tidak akan membiarkan siapapun mengatur hidupnya.

Keheningan kembali datang saat Sara memilih untuk tidak menjawab ucapannya, melainkan tetap melihat arah depan menuju toko bunga. Sebenarnya ke sini juga tidak ada kepentingan, hanya saja untuk mengalihkan agar tidak lama-lama berdua. Jika terlalu lama akan menimbulkan rasa nyaman dari salah satu, terutama Kevin yang sudah berusaha untuk mendapatkan hati Sara.

Namun itu sangat sulit, mengingat sudah banyak laki-laki berusaha mendekati, tapi belum ada satupun yang bisa meluluhkan dan merobohkan dinding hati Sara hingga kini. Kekokohan penjagaan ketat untuk menepis siapapun yang akan bersinggah mengisi relung hati, sedangkan jiwa menjawab tidak akan bisa.

Sementara itu, hati akan memilih untuk menyimpan rasa lama yang belum bisa terlupakan. Kelak akan ada seseorang menetap di relung terdalam dan akan melempar Riko dari posisi yang tidak seharusnya berada di sana. Namun hingga kini belum juga ada, apa sedang sibuk mengejar dunia mimpi, sampai-sampai lupa menghampiri?

***

“Can I come to your flower shop?” pinta Kevin berhenti di depan teras.

“Yes. I have to finish some work at the flower shop first, then let’s go!” jawab Sara berjalan masuk ke dalam diikuti langkah Kevin menyamainya.

“How about after this we just watch a movie in the cinema, I already ordered the ticket earlier!”

“Indonesian romantic films. I hope you like it, because I’ve look edup some recommended movies from the internet. Besides that, I also started learning Indonesian from Papa, althoughit’ squite difficult to pronounce it!” sembari memerhatikan bunga-bunga bermekaran tertata rapi memenuhi toko.

Sara hanya membalas senyuman, karena tidak tahu apa yang dikatakan, bukan tidak mengerti apa ucapannya. Tapi lebih pada obrolan apa yang akan menambah percakapan agar lebih santai, lebih baik melihat beberapa bunga yang akan dipersiapkan untuk pesanan orang.

“White roses.” Tambah Kevin melihat dua pegawai sedang menyiapkan pesanan untuk acara besok.

“Yes. Order before tomorrow’s events, that white rose have the meaning of purity. In the hope that it will be a good start for both views till death do us part.” Jelas Sara menghampiri sebari mengamati apa saja yang harus diteliti.

“What will be the them eofour event?” pertanyaan itu seketika mendiamkan tubuh sesaat, bagaimana bisa merencanakan untuk nanti, padahal belum juga mendapatkan jawaban.

“I want to focus on working and developing a flower shop business first, so I haven’t thought about getting that soon.” Jawab Sara menolak soal perjodohan itu.

I know, it’s better for us to get to know each other first, I’m also busy preparing for our future together!” ucapan itu menyita pandangan Sara untuk menatapnya lebih lama.

“Up to you.”

Saat kaki telah melangkah melewati pintu masuk otomatis terbuka, pandangan akan tertuju pada bunga asli yang berada di dalam lemari dingin cukup besar. Agar tetap tahan lama, terutama bunga mawar yang sangat bervariasi warna. Kesegaran bunga sangat penting untuk menjaga kualitas dan ketertarikan pembeli.

Di sisi kiri pada dinding menghadap lurus terdapat beberapa boneka lucu untuk tambahan kado dan buket. Tidak lupa di depannya tergantung tanaman yang sudah dikeringkan, berdekatan dengan pembungkus yang biasanya digunakan.

Pada sisi kanan terdapat bunga-bunga asli dengan berbagai macam jenis, bentuk, ukuran dan harga. Berdekatan dengan tempat untuk pengemasan dan merangkai pesanan pembeli, berjalan ke arah samping lemari pendingin mengarah menuju peletakan tanaman yang masih berada di dalam pot, bisa bunga dan hanya tanaman daun saja.

Satu arah menuju kamar mandi, toko bunga ini memang cukup besar. Sedangkan lantai dua digunakan untuk penyimpanan, tempat bersantai tidak lupa mendekatkan diri pada sang pencipta, maha cinta. Hampir setiap hari toko selalu ramai baik pembelian secara langsung maupun online.


lianasari993
lianasari993 lianasari993 merupakan nama pena, kerap kali di panggil Lian. Lahir dan Besar di Jawa Timur. Membaca bagian dari hobi yang tidak bisa ditinggal hingga memutuskan untuk menulis sampai sekarang.

Post a Comment for "Hubungan Perjodohan, Merayu Semesta . Episode 11, Novel Romantis "