Kencan Rencana, Merayu Semesta . Episode 13, Novel Romantis
Novel Merayu Semesta Terbaru
“Itu bukan urusan kamu, lagi pula aku juga belum memutuskan mau atau enggaknya dijodohkan!” tegas Sara menoleh padanya.
“Tapi bukannya aku harus mengetahui banyak hal tentang kamu. Because you will be my companion!”
“I will decide who I will marry, the arranged marriage was our parents’ plan, for it scon tinuation is in my hands.”
“I hope one day you will think like me.” Tidak mau kalah menunjukkan sisi ketegasan seperti sikap yang dimiliki Sara, setiap kali berkata dengan dirinya.
“What makes you so sure?” tambah Sara bersikap biasa saja.
“Because I have fallen in love with you!”
“I’m tired of hearing things like that...” jelas Sara kerap kali mendengar gombalan laki-laki, jadi ucapan Kevin hanya dianggap bagai angin lalu.
Apakah ucapan jatuh cinta pada pandangan pertama adalah awalan dari penentuan untuk menjalin hubungan, meski salah satu belum ada perasaan yang sama. Atau jatuh cinta arti saat pertama kali bertemu, lalu untaian diksi yang sengaja dibuat untuk meyakinkan adanya cinta tanpa duga? Entahlah, hingga kini juga belum ada penjelasan secara pasti tentang hal tersebut.
Lagi pula tidak semua orang beranggapan sama mengenai itu, begitu pula Sara. Walaupun dulu pernah merasakan perasaan itu, tapi sejak luka itu tercipta rasa itu telah tiada dan anggapan tentang cinta pandangan pertama juga ikut sirna oleh waktu.
“Tapi, aku enggak pura-pura berkata begitu!” tutur Kevin berusaha mendapatkan hati berdinding kuat nan sulit dirobohkan.
“Sudahlah. Enggak usah bahas itu lagi, aku malas!” menyuruh mengakhiri obrolan itu agar mengganti dengan hal lain.
“Sorry.” Menutup obrolan sesaat hingga pemberhentian tujuan bioskop.
***
Cahaya lampu area parkir menjadi penerangan, kala sinar rembulan tidak lagi terlihat di kala malam telah datang. Deretan mobil terparkir rapi hampir memenuhi semua lahan, hanya tersisa beberapa ruangan kosong menunggu datangnya mobil untuk bersinggah.
Suara pintu terbuka bersama langkah kaki kembali bersuara, Sara dan Kevin layaknya bos dan sekretaris jika terlihat dari penampilan saat ini. Pasalnya keduanya mengenakan pakaian formal, dengan setelan jas hitam. Namun kemeja Kevin berwarna putih, sedangkan Sara mengenakan kaos polos berwarna abu-abu.
Ketukan alas kaki berirama melewati setiap mobil hingga akhirnya memasuki keramaian, di mana lift mengarahkan pada tujuan, hanya diam yang tengah dilakukan Kevin. Ada keraguan dalam dirinya jika mengajak berbicara, karena sedari tadi Sara tetap fokus melihat depan.
“Bang bisa mepet dikit?” panggil seseorang ingin memarkir mobil, berada tidak jauh dari mobil milik Kevin.
“Bentar...” nada keras itu sengaja diucap, sebab orangnya berada di dalam mobil yang juga ingin menempatkan posisi kendaraannya.
***
Tampak anak remaja sedang berfoto di dalam ruang bioskop, sembari menunggu waktu dimulai. Mereka asyik mengambil gambar menggunakan kamera ponsel, ada yang mengambil video untuk upload di media sosial.
Ramai, walau bukan hari libur. Remaja yang menunggu bisa duduk di kursi pada pinggiran dinding, di bawah cover film yang sedang tayang. Hampir semua film romantis dan horor, sedang banyak diminati.
Pintu teater 1 telah dibuka, sebagian bergegas menuju kursi masing-masing. Sibuk membawa popcorn dan minuman. Walau ada saja yang diam-diam menyembunyikan makanan atau permen ke dalam tas, mungkin sebagian beranggapan kalau harga di sini mahal. Enggak salah juga!
Menghembuskan nafas perlahan, “Sara!” diam sejenak sembari melihat di sampingnya, “Kamu enggak suka jalan denganku?”
“Biasa saja.” Jawab Sara sebelum masuk ke dalam pintu berukuran cukup besar untuk memasuki ruang bioskop.
Terdapat beberapa bangku bioskop belum terisi, tetapi Sara memilih untuk menempati bangku pada C10 dan Kevin pada C11. Jika pada bangku A pandangan mata sedikit menunduk itu akan merasa lelah, terlebih habis bekerja di toko bunga, bagaimana urutan bangku di bawahnya? Jelas akan mendongak sedikit agar bisa menonton.
Itu sebabnya pemilihan segala sesuatu harus dipikirkan, supaya tidak salah memilih. Termasuk jatuh cinta! Kini keredupan telah mengheningkan suasana, lihat saja ruangan penuh anak muda yang tengah dimabuk asmara.
Masih muda, terlihat dari seragam dan pakaian yang tengah mereka kenakan. Saling mencuri pandangan satu sama lain, pura-pura salah memegang tangan, menyenderkan kepala pada bahu. Lucu bukan!
Tetapi mereka belum tahu, menjalin hubungan yang sebenarnya, mungkin sekarang akan terlihat indah. Dengan segala rayu, jalan-jalan berdua atau sekedar menikmati sekeliling sambil berboncengan.
“Kamu bisa bersandar di bahuku, kalau lelah!” bisik Kevin memberikan senyuman manis.
Dalam sekejap mata Sara meliriknya tajam, “Enggak usah.” Kembali menatap layar.
“Don’t beshy, no one will know. What’s more we’re already matched. Just watch them making out while enjoying a romantic movie” tambahnya masih berusaha.
“Do not be noisy!” Bentak Sara, seketika orang yang sedang fokus menonton beralih melihat suara tersebut. Tidak ada sedikitpun rasa bersalah telah berucap keras, melainkan pandangan tidak acuh.
Penglihatan layaknya sedang gaduh untuk bertahan atau kalah dengan rasa kantuk tiba-tiba menyerang. Ingin rasanya memejamkan mata sesaat namun ragu melakukan, sudah tiga kali mulut menguap karena rasa lelah. Tapi Sara masih bisa menahan dengan dorongan minuman bersoda dan popcorn, tetap saja tidak berhasil juga.
Dalam sekejap semua nampak gelap, di mana Sara telah tertidur tanpa sadar. Bahkan Kevin sesekali mengajak berbicara, sudah pasti tidak akan ada jawaban.
“Sara, are you sleeping?”
Kevin meletakkan kepala Sara di bahunya dengan pelan agar tidak terbangun, ada rasa berbeda dalam dirinya saat momen paling diinginkan bisa lebih dekat dengan Sara, walaupun posisinya kini tertidur.
Hingga waktu pemutaran film telah usai, “Sara, wakeup the movie is done!” membangunkan dengan cara memegang tangannya.
Rasa kantuk belum terselesaikan, namun waktu menyuruh untuk segera beranjak, “Let’s eat first, you must be hungry!” Ucap Kevin beranjak dulu.
“I’m still full.” Agar segera pulang untuk melanjutkan tidur, namun Kevin malah menggandeng tangan keluar ruangan dan tidak ada penolakan dari Sara.
“But since earlier your stomach is rumbling!” jelas Kevin tahu jelas, sebab sejak tertidur di bahunya terus diperhatikan.
“Mmm” mengikuti langkah Kevin menuju tempat makan yang berada di dalam gedung yang sama.
Ketampanan dan fisik yang dimiliki Kevin dari tadi telah menjadi pusat perhatian, ada beberapa yang kagum. Sembunyi-sembunyi memotret dengan kamera ponsel, ada beberapa wanita terus memerhatikan hingga leher berputar.
Siapa yang tidak tertarik, walau tanpa senyuman saja ketampanan sudah memikat wanita, bagaimana jika senyuman manis itu diberikan. Pasti akan menghebohkan mereka. Berbeda dengan Sara yang sama sekali tidak peduli apa yang sedang terjadi, tetap berjalan dengan tangan masih digandeng Kevin.
Telah lama rasanya tidak bergandengan tangan, terakhir waktu SMA dulu. Detak jantung berdebar sedari tadi, namun Sara berusaha terlihat biasa saja, tetap saja wajah sulit untuk berbohong dengan rasa canggung yang kini tengah terjadi pada dirinya.


Post a Comment for "Kencan Rencana, Merayu Semesta . Episode 13, Novel Romantis "