Pejuang Restu, Di Antara Kontrak & Rindu. Episode 35, Novel Romantis
Novel Merayu Semesta Terbaru
Lalu siapa yang akan disalahkan di sini?
Aku, kamu, dia atau mereka?
Dan kini haruskah berakhir rela?
Jika memang begitu, butuh waktu lebih lama untuk melupa. Terutama tentang kenangan indah, yang pernah terlalui bersama canda tawa, lalu timbul perasaan yang disebut cinta.
***
Terik mentari akan mencapai titik panas, kepulan asap kendaraan terus tercium aroma bahan bakar, juga bekas memperbaiki kendaraan belum terlalu bersih dari lantai. Menyisakan bekas yang tidak berkesudahan, kesibukan di bengkel sebentar lagi akan reda memasuki waktu istirahat siang.
Datanglah dua mobil terparkir di depan bengkel, bersama langkah berjalan mendekati dengan rona emosi telah meninggi, “Ini dia, om. Orang yang membuat Sara menolak pertunangan saya. Karena dia, Sara berani berkata kasar dan jarang mengurus perusahaan lagi.”
“Jadi kamu, yang membuat Sara menolak bertunangan dengan Kevin. Bahkan sekarang Sara sudah berani membantah ucapan orang tuanya, kamu siapa? Datang hanya sebentar, sudah membuat Sara melalaikan pekerjaan di perusahaan” tegas Papa Tyo menunjukkan sikap keras tetap berwibawa.
“Gara-gara kedatangannya, Sara selalu menolak ajakan saya, om. Setiap kali saya mendatangi Sara di manapun, Sara selalu menghindar. Saya enggak mau tahu, kalau Sara tetap menolak pertunangan, kerja sama kita batal.”
“Ingat tanpa bantuan dari Papa dan saya, perusahaan akan bangkrut dalam waktu dekat” ancam Kevin memanfaatkan situasi agar semakin memanas, karena tidak ada lagi cara untuk menyelamatkan perusahaan saat ini.
“Saya akan memberi kamu uang dengan syarat, jauhi Sara!” sahut mama mengeluarkan amplop berwarna coklat dari dalam tas.
Tatapan tajam Kevin mengingatkan kejadian semalam, belum lima menit cincin pemberiannya langsung dilepas Sara, “Don’t ever wish you could have me!”
“What do you mean, Sarah. I don’t know what you’re saying?”
“Jangan sok polos. Aku tahu kamu yang sudah buat Fahri celaka, bahkan kamu ancam Fahri supaya menjauhiku. Aku tahu semuanya, selain itu kamu juga bekerja sama dengan Riko kan?” Ternyata Sara sudah lebih dulu berada di bengkel.
“Satu lagi, jangan suruh orang buat mata-matai aku, kalau kamu sampai berusaha menjatuhkan ku dari Fahri,aku enggak segan-segan bikin nama baik kamu hancur di depan, Papa!” Sara membalas ancaman Kevin.
“Kalau aku enggak bisa memiliki Sara, aku enggak akan biarkan orang lain bisa memilikinya!” senyuman licik tanpa jelas pada wajah kecil.
“Kevin. Masih belum puas? Pa, Ma. Jangan percaya dengan ucapan busuknya....”
“Jaga ucapan kamu, Sara. Papa enggak pernah mengajarkan kamu berkata begitu....” membentak dengan tatapan tajam.
“Ucapan Kevin selama ini, sikap baiknya itu cuma kebohongan, bahkan Kevin juga licik. Rela menghancurkan siapapun hanya demi kepentingan pribadi, memanipulasi data perusahaan. Supaya kita bangkrut dan mau bekerja sama dengannya, masih mau membela Kevin? Aku jarang ke kantor bukan berarti menentang perintah, tapi aku cari tahu semuanya tentang Kevin”
“Oh iya, Kevin. Kamu pernah bilang, kalau pacarmu menolak menikah, karena mau berkarier. Tapi kenyataan itu salah, itu sekedar permainanmu. Sudah berapa cewek yang selama ini kau permainin?” mendengar itu Kevin mulai panik, bagaimana bisa Sara mendapatkan informasi tentang dirinya dalam waktu dekat.
Sara merasa senang bisa menyudutkan posisi Kevin dengan fakta-fakta yang telah dikumpulkan selama ini, terutama mantan kekasih Kevin yang sengaja di datangkan dari Amerika ke Indonesia, dan kini keberadaannya masih bersembunyi di dalam apartemen.
Sejenak Sara terdiam dengan ingatan yang terjadi semalam, mengenai kehadiran tamu yang sengaja membeberkan sisi buruk dari Kevin.
Ketukan pintu telah di tunggu,enam jam sebelum kedatangan Kevin kemarin malam, “Hi Ariana”
“Welcome, nice to meet you!” mempersilahkan masuk.
“Thank you, Sara” ucap Ariana begitu ramah, "Finally we can meet face to face, I hope you don't feel what I and other women have felt. Only you have a chance to finish Kevin's game.”
“I know it.”
Ariana meneteskan air mata, “I don’t know what else to say, hopes, dreams are all gone. Kevin is really bad, after what he wanted, just dumped him just like that.”
Sara paham bagaimana perasaannya, terutama ada bukti video dari beberapa wanita yang telah dipermainkan.
Ariana banyak bercerita apa yang telah terjadi, hal belum pernah diketahui Sara, kini itu terjelaskan secara detail. Inilah alasan mengapa Sara ragu menerima perjodohan dan menolak kehadiran Kevin.
“Sudah cukup kamu membela laki-laki ini, jangan membuat cerita yang enggak-enggak, tentang Kevin hanya demi laki-laki seperti dia!” bentak Papa lagi.
“Maaf saya enggak bisa terima uangnya, selama ini saya enggak pernah mempengaruhi putri om dan tante. Saya memang bukan orang berada, bukan berarti om bisa memperlakukan saya gini”
“Sekali lagi saya minta maaf..... kalau pernah bawa pengaruh buruk, tanpa saya sadari ke Sara.” Jelas Fahri menolak pemberian uang berjumlah tidak sedikit tersebut.
“Percuma mama kasih uang, buat jauhin aku sama Fahri. Aku capek, selama ini selalu mengikuti aturan yang dibuat Papa. Aku stres banyak tekanan dan tuntutan, yang bikin aku ngerasa hilang jadi diri aku sendiri. Mungkin sudah waktunya, aku nentuin apa yang terbaik buat hidupku, Sara mohon bebasin Sara milih kali ini!”
Bukti-bukti yang telah didapat, diberikan pada Papa agar tahu keburukan calon menantu kebanggaannya. Betapa terkejutnya papa dan mama melihat rekaman video, kalau Kevin bisa bertindak jahat hanya demi mendapatkan keinginan.
“Kevin, perjodohan dan kerja sama perusahaan batal. Saya tidak menyangka kamu sejahat itu, sekarang kamu pergi dan jangan pernah temui keluarga om lagi, om benar-benar kecewa sama kamu!” bentak Papa merasa bersalah selama ini begitu juga Mama.
“Sara maafkan Papa.”
“Maafkan Mama juga, harusnya kita berdua enggak memaksa kamu buat menerima perjodohan itu. Maafin kita” kata Mama memeluk.
“Iya, Sara sudah maafin Mama sama Papa.”
“Sudah saatnya Papa mempercayai kamu, sekarang kamu bisa menentukan apa yang terbaik untuk masa depan kamu. Papa dan Mama merestui hubungan kalian berdua” jelas papa tersenyum begitu juga mama, beberapa menit kemudian mereka pergi meninggalkan bengkel.
Sara dan Fahri saling menatap satu sama lain. “Perjuangan kamu selama ini, enggak pernah sia-sia. Cuma prosesnya saja kadang sulit ditebak, aku bangga sama kamu!”
Dibalas senyuman Fahri, “Makasih, Fahri. Kamu sudah mau bertahan, makasih sudah buat aku kembali percaya sama cinta.”
Kadang takdir, masalah dan rencana sulit untuk ditebak dan menebak. Namun, Tuhan telah menyiapkan kejutan dalam setiap perjalanan kehidupan, manusia dan seisinya hanya bisa melalui. Takdir bisa diubah oleh manusia tapi segalanya harus atas izin Tuhan. Hidup itu penuh misteri, begitu juga cinta yang mencakup luar makna dalam satu kata.
❤️❤️❤️The End❤️❤️❤️


Post a Comment for "Pejuang Restu, Di Antara Kontrak & Rindu. Episode 35, Novel Romantis "