Tautan Cinta - Ketika Kamu Mencoba Mengisi Relung Hatiku, Bilang Dulu!
Cerita cinta saling bertaut terbaru
Cerlians - Sebuah rumah dengan gaya lama terlihat tidak begitu terurus dengan baik, bayangkan saja rumput liat sudah tumbuh subur dari tanaman, hampir mengelilingi sekitar rumah. Lumut juga ramai pada beberapa bagian tembok putih yang perlahan mulai kusut oleh waktu.
Ingin melangkah masuk namun kakiku ragu menuruti niat
sebelumnya, terparkir rapi empat kendaraan bermotor klasik dengan warna hampir
sama hitam dan abu-abu. Samar-samar telinga mendengar suara tawa dari dalam,
mata masih menatap sekeliling rumah dari luar pagar hanya memiliki tinggi satu
meter. Tampak jelas bukan!
Aku tarik nafas dalam-dalam lalu membuka pagar tanpa kunci
itu, pagar yang sudah tidak lagi kokoh oleh panasnya matahari dan hujan setiap
tahunnya. Kaki berjalan pelan melewati rerumputan sepanjang jalan menuju rumah
itu, halaman memang luas tapi tidak terjaga betul.
Memberanikan diri, “Permisi!” mengetok pintu terbuka, “Maaf
mengganggu!”
Keempat cowok itu melihatku yang berdiri diambang pintu, “Cari
siapa ya?” tanya salah satu dari mereka
“Apa benar ini tempat Alfin?”
“Iya!, Mbaknya siapa dan apa keperluan apa?” bingung, “Silahkan
masuk dulu!” perintahnya, sebelum aku duduk kursi sudah dibersihkan dari kotoran
sampah kulit kacang
Aku tersenyum pada tiga cowok yang sudah lebih dulu duduk, “Begini.
Sudah beberapa hari Alfin enggak pulang ke rumah, makanya mamanya menyuruh aku
untuk datang ke rumah ini!”
“Maaf mbak siapanya Alfin?” tanyanya ramah
“Aku enggak kenal Alfin dan wajahnya seperti apa! Kesini
hanya menyampaikan pesan mamanya, aku Sena!” tanpa berjabat tangan
Tersenyum setelah tahu maksud dari kedatanganku, “Aku Erwin,
ini Surya, Beni, dan Rendra” mereka tersenyum
“Terus Alfin ke mana?” tanyaku melihat sekeliling rumah yang
sudah kotor oleh sampah sisa makanan dan jaring laba-laba
“Lagi keluar sama pacarnya, sudah tadi keluarnya, mungkin
sebentar lagi pulang!” jelas Erwin
“lni benar tempat tinggalnya?” tanyaku masih ragu dengan
mereka
Matanya melihat sekeliling yang kotor, “Tempatnya kotor ya?”
“Sudah tahu jawabannya!, Kenapa dibiarkan kotor apa nyaman?”
ucapku yang sulit menjaga ucapan
“Sebenarnya enggak nyaman, mau bagaimana lagi malas mau
bersih-bersih sendiri!” lanjutnya lagi
Ide mulai melintas di kepala, “Aku bantu!” tawarku membuat
mereka kaget
“Benar?, Oh iya, kalo bicara enggak harus formal sama kita.
Anggap saja sudah kenal lama biar lebih akrab!”
“Oke!, Sekarang bersih-bersih dari dalam rumah buang semua
sampah dan cari sapu buat bersihin sarang laba-laba. Kalo bisa yang punya badan
tinggi biar gapai sampai atas. Setelah dalam selesai langsung ke halaman depan,
cari alat pemotong rumput dan perbaiki pagar!” aku memberikan arahan
“Tanaman ditata rapi dan buang yang sudah kering. Sepertinya
di samping ada cat sisa itu bisa terpakai lagi, yang penting nyaman dulu! Sekarang
kita kerjakan bersama!” aku memasukkan sampah ke dalam tong kosong
Kami mengerjakan pekerjaan dengan santai juga sambil
bercanda, meskipun aku baru mengenal mereka tapi mereka anaknya asyik untuk
dijadikan teman. Walaupun terlihat urakan terlihat dari penampilannya, tanpa
waktu lama sekeliling rumah langsung bersih.
“Sekarang lanjut di luar!” mereka hanya mengiyakan saja apa
yang aku katakan
Membutuhkan waktu lumayan lama untuk memotong rumput yang
sudah mulai tinggi, apalagi halaman seluas ini. Tanpa sengaja ada bola masuk ke
dalam halaman, diambilnya bola itu oleh Beni.
“Kalo main bola yang benar, jangan masuk ke wilayah orang!”
ucapnya dengan nada sedikit tinggi, membuat anak kecil takut saat berdiri di
dekat pagar
Aku mengambil bola dari tangan Beni, “Ini adik bolanya lain
kali kalo main bola jangan di jalan bahaya kalo ada kendaraan lewat, kamu main
di lapangan lebih aman!”
“lya kak, makasih!” pergi meninggalkanku
Tersenyum, “Jangan galak-galak sama anak kecil, mereka cukup
diberi tahu dengan pelan pasti ngerti!” aku kembali menata tanaman
Setelah selesai membersihkan halaman datanglah kurir makanan
mengantarkan pesananku, “Sekarang kita makan!” aku membawanya ke dalam
“Jadi ngerepotin!” ucap Edwin masuk ke dalam bersama mereka
bertiga
“Enggak!”
Aku melihat layar ponsel, “Aku pulang dulu, nanti kalo Alfin
datang bilang kalo dia di suruh pulang!”
“Oke, makasih untuk semua!” ucap Edwin
“Oke, bye” mereka tersenyum
Lima belas menit kemudian, Alfin datang dengan wajah capek
sekaligus bingung ada makanan enak di depan matanya, “ Tumben beli makan kayak
gini?”
“Sena yang beli! Kata nyokap lho disuruh pulang!” jelas
Edwin sambil makan
Duduk, “ Sena itu siapa?”
“Suruhan nyokap lho. Dia juga bantu beresin rumah dan
halaman depan. Muka lho asem kenapa?”
“Gue putus. Capek banget harus ikutin apa yang dia mau!”
jelas Malvin mengambil minum Rendra
“Ini punya lho!” Surya memberikan
“Pacaran aja sama Sena dia baik banget, padahal kita baru
kenal tadi tapi sudah terasa lama kenalnya!” saran Rendra membuat mereka
bertiga mengancungkan jempol bersamaan
“Paling sama aja kayak mantan-mantan gue!”
“Buat gue aja kalo Alfin enggak mau!” canda Beni malah
mendapat sorakan
“Gue pulang ya! Besok siang gue ke sini!”
“Sekalian sama Sena!” teriak Erwin
Cewek cantik dari fisik itu biasa
“Alfin” panggil mama bahagia melihat kedatangan anaknya,
dipeluknya penuh cinta dan rindu
“Maaf, Alfin sudah kabur dari rumah!”
“Mama sudah maafkan kamu, jangan ulangi lagi. Sekarang kita
makan!” berjalan menuju meja makan
- Katakan Kalau Kamu Memang Cinta, Jangan Biarkan Menunggu Lama
- Aku Sangat Mencintaimu, Dengan Begitu Semua Tampak Sempurna
- Haruskah Aku Menerima Perjodohan Yang Telah Diputuskan Orang Tuaku?
- Aku Pikir Mencintai Dalam Diam Menyakitkan, ternyata Kamu Juga Memiliki Perasaan Yang Sama!
- Dulu Aku Kau Campakkan Sekarang Malah Minta Balikan, Dasar Cowok Emang Egois!
“Papa mana?”
“Lagi ada tugas ke luar kota besok pagi pulang. Besok malam
mama akan adakan pesta ulang tahun jadi kamu ajak teman-temanmu datang!” perintah
mama sambil meletakkan nasi di piring anaknya
“Iya mama” mengirim pesan pada sahabatnya, “ Sudah semua,
sekarang kita makan!” Alfin senang bisa kembali makan masakan mamanya
“Jangan lupa ajak pacarmu itu siapa namanya?”
“Caca!” jelasnya, “Kita sudah putus tadi siang”
“Kenapa?” tanya mama yang sudah sering tahu kalo Alfin
sering putus dalam waktu singkat
“Enggak cocok!” santai, “Aku ingin punya pasangan yang baik,
perhatian, setia, dan saling mengerti satu sama lain”
“Cantik?” canda mama
“Cantik itu nomor ke sekian. Mama tahu sendiri rata-rata
pacarku cantik-cantik tapi suka selingkuh, over protektif, suka marah, dan enggak
cocok sama mama. Capek!”
“Enggak ada cewek yang sempurna di dunia ini. Kesempurnaan
akan ada saat keduanya saling menerima kekurangan dan kelebihan pasangannya.
Akhirnya kamu berpikir dewasa, nanti kalo kamu cari pasangan memang kamu butuh
kan untuk mendampingi kamu bukan yang kamu inginkan. Mama selalu doakan yang
terbaik untuk kamu!” menasihati dengan sangat lembut
“Iya mama!, Aku tidur dulu, selamat malam!” Malvin berjalan
menaiki tangga
Cinta dipertemukan dalam acara keluarga
Acara ulang tahun hanya dihadiri oleh saudara dekat, sahabat
mama dan sahabatnya Alfin saja. Bertema garden party yang sengaja di letakkan
pada taman belakang dekat kolam renang, sekaligus tempat favorit mama untuk
bersantai sambil merawat tanaman menghiasi kesayangannya.
Sahabat Alfin datang lebih awal, apalagi ada makanan
gratisan sudah pasti akan datang. Mereka datang secara bersama dengan
mengendarai sepeda motor komunitas yang berjudul dua puluh orang termasuk Alfin.
“ Selamat ulang tahun dari kita semua, Tante” ucap Erwin
sebagai perwakilan tidak lupa menyerahkan kado hasil patungan
“ Terima kasih, kalian makan-makan sepuasnya!”
Alfin mengamati mamanya yang sibuk mencari seseorang, “ Cari
siapa, Ma?”
“ Sahabat mama Tante Gina belum datang juga, padahal sudah
janji akan datang cepat!” jelas mamanya tanpa melihat wajah Alfin
“ Mungkin macet, memang mama mau ngapain?”
“ Mama akan kasih kamu kejutan, jadi jangan sampai kamu
meninggalkan pesta!” perintah mamanya, baru pertama kali ini Alfin mau ikut acara
pesta karena sebelumnya lebih memilih nongkrong daripada menyaksikannya pesta
yang kebanyakan ibu-ibu semua
“ Anita maaf telat datang, tadi macet banget jalanan. Apalagi
harus paksa anak aku untuk datang!” jelas Tante Gina
“ Sayang!” panggil mama melihatku yang masih bersembunyi di
balik keramaian pesta, “ Biasa malu-malu!”
Aku berjalan menuju mama yang sudah lebih dulu menghampiri
Tante Anita. “ Sena kamu cantik banget!” kagum
Semua mata tertuju padaku, termasuk Alfin yang hanya terdiam
melihat pesona kecantikanku. “ Selamat ulang tahun, Tante”
“ Terima kasih sayang. Kenalkan ini Alfin anak Tante!”
“ Sena”
“ Alfin”
“ Sena!” panggil Erwin membuatku berjalan menghampirinya, “
Cantik banget, senang bisa bertemu lagi”
“ Terima kasih pujiannya, aku juga senang bisa bertemu
kalian lagi. Kalian sudah lama?”
“ Dari tadi, sampai kenyang penuh kita!” sahut Beni sedang
memakan puding coklat
Setelah selesai berbicara dengan mereka, aku berjalan
menghampiri mama yang sedang asyik berbincang entah apa itu. Karena musik
lumayan berisik di telinga, jadi kurang terdengar jelas apa yang sedang
dibahasnya.
Pertunangan dua cinta belum terbiasa
“ Mohon perhatiannya!” semua mata tertuju pada Tante Anita,
“ Perkenalkan ini anak saya Alfinn. Selain memperingati hari ulang tahun, acara
ini juga untuk tunangan anak saya Alfin dengan Sena!”
“ Ha” ucap Alfin kaget, “ Mama kenapa enggak bilang sama Alfin
dulu!”
“ Maksud tante Anita apa?, Mama jelasin ke Sena. Tadi mama
bilang cuma acara ulang tahun saja!” ucapku kaget
“ Sebenarnya mama sudah sepakat dengan Tante Gina untuk
menjodohkan kalian berdua. Makanya itu mama suruh kamu pulang untuk ini, lagian
mama capek lihat kamu sering putus. Mama harap kamu suka dengan perjodohan ini,
untuk tunangan bisa ditunda beberapa bulan lagi, sementara kalian saling
mengenal dulu!”
“ Langsung tunangan saja Tante, kita semua setuju dengan
keputusan Tante. Jarang-jarang kita setuju sama hubungan Alfin yang selalu
berbuah manis masam terus adanya. Apalagi sama Sena pasti kita semua setuju!” sahut
Erwin membuat Alfin melirikku
“ Untuk keputusan mama serahkan di kalian berdua, setelah
itu beri tahu kelanjutan hubungan kalian akan kelanjutannya!” mengelus bahu Alfin
pelan
“ Beri aku kepastian!” dengan nada pelan
“ Iya, beri aku waktu satu minggu untuk menjawab kepastian hubungan
kita” ucapku padanya
“ Aku harap kita akan berjodoh” Alfin tersenyum melihatku
“ Jika Tuhan memberi izin pasti akan berjodoh. Sebenarnya
kita dulu pernah bermain bersama tapi masih kecil itu pun cuma beberapa bulan
setelah itu berpisah hingga dipersatukan lagi dalam acara ini, kata mamaku!” bahkan
aku tidak mengingat kejadian itu, katanya waktu aku masih berumur empat tahun
jadi tidak akan ingat
Alfin tersenyum sambil mengulurkan tangannya, “ Aku mau ngobrol
sama kamu!”
Aku mengangguk, melangkah menuju sebuah sofa yang berada dekat
pintu menuju rumah tanpa ada yang menduduki sejak tadi. Aku merasa sangat nyaman
dekat dengannya, meski belum begitu mengenal.
Sebuah hubungan cinta harus saling mengerti satu sama lain,
untuk menyatukan perasaan yang tulus tidak mudah, semua butuh proses dalam
menciptakan tautan cinta. Hingga bisa menentukan keputusan untuk saling bersama
dalam suka maupun duka.
Judul: Tautan Cinta
Titimangsa : Jawa Timur, 25 April 2021
😍 Nanti Cerpen berikutnya 😍
Post a Comment for "Tautan Cinta - Ketika Kamu Mencoba Mengisi Relung Hatiku, Bilang Dulu!"